SIKLUS HIDUP DAN DETERMINASI LALAT BUAH (Drodophila sp)

December 8, 2009 at 4:15 am (Uncategorized)

LAPORAN PRAKTIKUM GENETIKA

PENGAMATAN SIKLUS HIDUP DAN DETERMINASI LALAT BUAH (Drodophila melanogaster) “

Diajukan sebagai salah satu tugas Mata Kuliah Genetika

Oleh :

  1. 1. Devi Trisnawari                                 (0708800)
  2. 2. M. Irfan Tazoel                                 (07         )
  3. 3. Nurul Fajri Ramdani                        (0708790)
  4. 4. Rini Astrit Utami                               (0708789)
  5. 5. Sri Ika Yanuarti                                (0708807)
  6. 6. Shoma Apriawan                              (0708786)

PRODI BIOLOGI

JURUSAN PENDIDIKAN BIOLOGI

FAKULTAS PENDIDIKAN MATEMATIKA DAN ILMU PENGETAHUAN ALAM

UNIVERSITAS PENDIDIKAN INDONESIA

2009


PENGAMATAN SIKLUS HIDUP DAN DETERMINASI LALAT BUAH (Drodophila sp)

  1. A. Pendahuluan
  2. 1. Siklus hidup lalat buah

Lalat buah adalah organism yang memiliki ciri yang sudah dikenal dan sesuai untuk penyelidikan genetika karena mudah berkembang biak dan memiliki siklus hidup singkat. Sepasang lalat buah dapat menghasilkan 300-400 butir telur. Siklus hidup drosophila terdiri atas stadium telur, larva, pupa, dan imago. Telur Drosophila sp. Telur Drosophila berukuran kira-kira 0,5 mm berbentuk lonjong, permukaan dorsal agak mendatar, sedangkan permukaan ventral agak membulat. Pada bagian anterodorsal terdapat sepasang filament yang fungsinya yang melekatkan diri pada permukaan, agar telur tidak tenggelam pada medium. Pada bagian ujung anterior terdapat lubang kecil yang disebut micropyle, yaitu tempat masuknya spermatozoa. Telur yang dikeluarkan dari tubuh biasanya sudah dalam tahap blastula. Dalam waktu 24 jam telur akan menetas menjadi larva. Larva yang menetas ini akan mengalami 2 kali pergantian kulit, sehingga periode stadium yang paling aktif. Larva kemudian menjadi pupa yang melekat pada permukaan yang relative kering, yaitu pada dinding botol kultur atau pada kertas saring. Pupa akan menetas menjadi imago setelah berumur 8-11 hari bergantung pada spesies dan suhu lingkungan.

Salah satu spesies yang paling sering digunakan dalam penelitian adalah Drosophila melanogaster. Spesies ini umumnya dikenal sebagai lalat buah dalam pustaka-pustaka biologi eksperimental (walaupun banyak jenis lalat-lalat buah lainnya) dan merupakan organisme model yang paling banyak digunakan dalam penelitian genetika, fisiologi, dan evolusi sejarah kehidupan. D. melanogaster populer karena sangat mudah berkembang biak (hanya memerlukan waktu dua minggu untuk menyelesaikan seluruh daur kehidupannya), mudah pemeliharaannya, serta memiliki banyak variasi fenotipe yang relatif mudah diamati.

Drosophila melanogaster merupakan jenis lalat buah, dimasukkan dalam filum Artropoda kelas Insekta bangsa Diptera, anak bangsa Cyclophorpha (pengelompokan lalat yang pupanya terdapat kulit instar 3, mempunyai jaw hooks), seri Acaliptrata (imago menetas dengan keluar dari bagian anterior pupa), suku Drosophilidae, Jenis Drosophila melanogaster di Indonesia terdapat sekitar 600 jenis, pulau Jawa sekitar 120 jenis dari suku Drosophilidae (Wheeler, 1981). Drosophila melanogaster yang sering ditemukan di Indonesia dan Asia adalah Drosophila melanogaster ananasae, kikawai, malerkotliana, repleta, hypocausta, imigran, dll.

Lalat buah dan Artrophoda lainnya mempunyai kontruksi modular, suatu seri segmen yang teratur. segmen ini menyusun tiga bagian tubuh utama, yaitu kepala, thoraks, dan abdomen. seperti hewan simetris bilateral lainnya, Drosophila ini mempunyai poros anterior dan posterior (kepala-ekor) dan poros dorsoventral (punggung-perut). Pada Drosophila, determinan sitoplasmik yang sudah ada di dalam telur memberi informasi posisional untuk penempatan kedua poros ini bahkan sebelum fertilisasi. Setelah fertilisasi, informasi dengan benar dan akhirnya akan memicu struktur yang khas dari setiap segmen.
Drosophila memiliki warna tubuh kuning kecoklatan dengan cincin berwarna hitam di tubuh bagian belakang. betina memilki ukuran panjang sekitar 2,5 mm dan yang jantan lebih kecil dibandingkan dengan betina. pada jantan, bagian tubuh belakang lebih gelap. pada Drosophila yang liar memilki mata berwarna merah. Adapun ciri umum dari Drosophila melanogaster antara lain :

  1. Berukuran kecil, antara 3-5 mm
  2. Urat tepi sayap (costal vein) mempunyai dua bagian yang terinteruptus dekat dengan tubuhnya.
  3. Sungut (arista) umumnya berbentuk bulu, memiliki 7-12 percabangan.
  4. Crossvein posterior umumnya lurus, tidak melengkung
  5. Mata berwarna merah

Setiap jenis Drosophila melanogaster khususnya jantan memiliki susunan yang berbeda antara jenis yang satu dengan yang lainnya. Periode dari pengembangan Drosophila melanogaster bervariasi antara lain temperatur, umumnya semua jenis berdarah dingin. Waktu perkembangan yang paling pendek (telur-dewasa), adalah 7 hari, dan dicapai pada suhu 28° C. Perkembangan meningkat pada suhu yang lebih tinggi, yaitu sekitar 30° C, selama 11 hari, hal tersebut berkaitan dengan pemanasan tekanan. Pada suhu 25° C tersebut, lama harinya umumnya adalah sekitar 8.5 hari, sedangkan pada suhu 18° C lama harinya sekitar 19 hari dan pada suhu 12° C lama hari perkembangannya adalah 50 hari. betina meletakkan sekitar 400 telur, sekitar lima tiap waktunya, dimasukkan ke dalam sebuag kantung atau material organik lain. panjnag telur sekitar 0.5 millimetres akan mengeram setelah 12-15 jam pada suhu 25° C. Akan menghasilkan larva instar I setelah 4 hari pada suhu 25° C, kemudian molting sebanyak dua kali sehingga masuk ke fase larva instar II & III, hal tersebut terjadi sekitar 24 dan 48 jam setelah eclosion. Selama masa ini, mereka akan mikroorganime yang menguraikan buah. Kemudian larva dibungkus oleh kapsul yang disebut puparium, puparium ini berfungsi melindungi pupa lalat buah dari gannguan lingkungan sekitarnya. pupa tersebut akanmengalami metamorfosis selama 5 hari dan tumbuh menjadi dewasa.

Metamorfosis pada Drosophila termausk metamorfosis sempurna, yaitu dari telur – larva instar I – larva instar II – larva instar III – pupa – imago. Fase perkembangan dari telur

Siklus hidup Drosophila melanogaste.

  1. Determinasi spesies lalat buah

Determinasi di Indonesia tercatat sekitar 500 jenis drosophila dari family Drosophilidae, dan dipulau jawa terdapat sekitar 120 jenis Drosophila (wheeler, 1981), sedangkan dibandung terdapat sekitar : 150 jenis Drosophila, beberapa diantaranya belum dipertelakkan (Djoko T. Iskandar, 1987). Drosophila yang sering ditemukan di Indonesia dan Asia Tengara adalah jenis Drosophila annassae, D. kikkiwai, D. Malerkotliana, D. Repleta, D. Hypocausta, D imigrans.

Drosophila termasuk phylum Arthropoda, kelas insect, ordo dipteral, sub ordo cyclorrharpa (pengelompokan lalat yang pupanya terdapat pada kulit instar ketiga, mempunyai “jaw hooks”, seri Acalyptra yaitu imago menetas keluar dari bagian anterior pupa). Cirri umum Drosophila sp. Adalah sebagai berikut :

  1. Berukuran kecil, antara 3-5 mm
  2. Urat tepi sayap (costal vein) mempunyai dua bagian yang terinteruptus
  3. Sungut dan arista umumnya berbentuk bulu, mempunyai 7-12 percabangan
  4. Posterior cross vein umumnya lurus, tidak melengkung
  5. Mata berwarna merah
  6. Setiap jenis drosophila khusunya yang jantan memiliki susunan yang berbeda antara jenis yang satu dengan yang lainnya.
  7. Alat dan bahan
  8. Cara kerja
  1. Hasil pengamatan
Tanggal Waktu Stadium Perkembangan
Selasa, 6 oktober 2009

Rabu, 7 ocktober 2009

Kamis, 8 oktober 2009

Jum’at, 9 oktober 2009

Sabtu, 10 oktober 2009

Minggu,

Rabu

12.00

18.00

12.00

18.00

12.00

12.00

18.00

Memasukkan lalat kedalam medium

Terlihat telur..

Instar 1

Instar 2

Instar 3

Pupa

Imago

Pengamatan sex comb pada  jantan
  1. Pembahasan

Drosophila sp merupakan salah satu serangga yg paling umum dikenal yang digunakan untuk penelitian-penelitian. Pada praktikum kali ini telah dilakukan pengamatan siklus hidup dari serangga tersebut serta dilakukan pula determinasi spesies. Metamorfosis pada Drosophila termasuk metamorfosis sempurna, yaitu dari telur – larva instar I – larva instar II – larva instar III – pupa – imago. Pengamatan yang dilakukan dimulai dari pembuatan medium sampai menghasilkan anak kembali (F1). Medium drosophila ini sebelumnya telah disterilisasi untuk menghindari adanya kontaminasi dan kemungkinan terjadinya mutasi. Lalat-lalat drosophila yg ditangkap dimasukkan kedalam botol kultur dan ditutup dengan rapat. Lalat yang dimasukkan kedalam botol kultur kurang lebih 10 ekor lalat. Pengamatan dilakukan selama 6 jam sekali untuk melihat perkembangan yg terjadi. Sekitar 1 hari kemudian muncul bercak-bercak putih berukuran kurang dari 0.5 mm yang menempel pada dinding-dinding botol kultur. Berdasarkan literature bercak-bercak tersebut tidak lain adalah telur dari Drosophila melanogaster. Berikutnya pada hari kedua muncul ulat kecil yg mulai bergerak, ukurannya sedikit lebih besar dari telur dan warnanya putih. Fase ini merupakan fase larva  instar 1. Pada fase ini umumnya ulat-ulat tersebut hidupnya dipermukaan medium karena Yang merupakan sumber makanan dari lalat tersebut. Hari berikutnya fase larva instar 1 mulai memasuki fase larva instar dua, hal ini terlihat dari ukuran ulat yang semakin membesar serta pergerakan dari ulat yang semakin aktif. Ulat-ulat tersebut mulai memasuki medium walaupun masih disekitar permukaannya.Saat mengamati munculnya larva instar 2, terlihat adanya kontaminasi jamur pada medium namun efek terhadap lalat tersebut tidak terlihat. Hari berikutnya, ukuran larva makin bertambah besar dan fase larva instar 3 mulai muncul. Pergerakan larva ini aktif di atas media maupun di dinding botol. Saat pengamatan larva instar 3, media di dalam botol mengalami kenaikan permukaan akibat gas yang menekan di bagian dasar. Gas tersebut diperkirakan dari adanya hasil fermentasi oleh jamur yang tumbuh di sekitar permukaan media. Namun setelah larva berubah menjadi larva instar 3, jamur yang ada di permukaan media menghilang. Kemungkinan larva-larva tersebut yang memakan jamur yang tumbuh di atas permukaan media. Namun, setelah hilangnya jamur bagian dasar media mulai berair. Selanjutnya, larva instar 3 mulai melakukan pergerakan ke bagian atas botol, mengurangi pergerakannya dan diam menempel pada bagian dinding atas botol. Larva instar 3 ini mulai akan berubah menjadi fase pupa. Setelah menjadi pupa, induk drosophila kemudian dilepaskan agar mempermudah dalam mengamati keturunannya. Terakhir, imago muncul 3 hari setelah larva instar 3 menjadi pupa.

Dari penjelasan siklus hidup drosophila diatas, waktu yang dibutuhkan drosophila untuk sampai kembali menjadi organisme yang baru sekitar 8 hari. Namun lamanya siklus hidup tersebut juga dipengaruhi lingkungan, seperti pemberian intensitas cahaya dimana botol harusnya diletakkan di tempat yang terang karena drosophila tersebut kurang menyukai lingkungan yang gelap. Ada pula salah satu dari anggota kelompok yang mengalami kegagalan. Kegagalan disebabkan oleh naiknya medium hingga mencapai tutup botol kultur dimana pada saat itu larva telah berubah menjadi pupa.  Hal ini mengakibatkan rusaknya pupa atau mempersulit pupa berubah menjadi imago karena pupa telah basah oleh medium.

Penentuan spesies dari drosophila dilakukan dengan drosophila jantan karena setiap jenis drosophila khususnya yang jantan memiliki susunan yang berbeda antara jenis yang satu dengan jenis yang lainnya. Perbedaan antara jantan dan betina dapat terlihat dari beberapa ciri antara lain:

Jantan Betina
  1. Ukuran tubuh lebih kecil dari betina
  2. Sayap lebih pendek dari sayap betina
  3. Terdapat sisir kelamin (sex comb)
  4. Ujung abdomen tumpul dan lebih hitam
    1. Ukuran tubuh lebih besar dari jantan
    2. Sayap lebih panjang dari sayap jantan
    3. Tidak terdapat sisir kelamin (sex comb)
    4. Ujung abdomen runcing

Namun dalam pengamatan kali ini determinasi spesies dilakukan dengan pengamatan sex comb yang terdapat pada drosophila jantan saja. Sex comb yang dimiliki drosophila ini teridri dari banyak duri dalam satu kelompok duri yang terletak dikaki bagian depan. Hasil determinasi spesies tersebut menunjukkan bahwa spesies drosophila yang didapat adalah Drosophila melanogaster dengan cirri utama yang terlihat dari jumlah sex comb/ sisir kelamin yang terdiri dari 7-20 duri.

  1. Pertanyaan dan jawaban pertanyan
    1. Bandingkanlah stadium perkembangan hasil pengamatan saudara dengan hasil pengamatan teman dalam satu kelompok. Adakah persamaan dan perbedaannya?
    2. Berapa harikah rata-rata lama siklus hidup lalat Drosophila berdasarkan table pengamatan semua anggota kelompok saudara?
    3. Bandingkan hasil determinasi saudara dengan anggota kelompok saudara. Jenis mana saja yang ditemukan berdasarkan hasil determinasi tersebut?
    4. Jenis Drosophila manakah yang paling banyak ditemukan dalam kelas saudara?
    5. Kesimpulan
      1. Tahapan-tahapan fase pertumbuhan Drosophila melanogaster adalah telur – larva instar I – larva instar II – larva instar III – prepupa – pupa – imago.
      2. Waktu yang dibutuhkan pada fase pertumbuhan drosophila kurang lebih 8 hari
      3. Lingkungan mempengaruhi dalam pertumbuhan drosophila tersebut seperti suhu dan intensitas paparan cahaya.
      4. Dari determinasi spesies terhadap drosophila, spesies yang didapati adalah Drosophila melanogaster

Permalink Leave a Comment

Hello world!

December 7, 2009 at 2:30 pm (Uncategorized)

Welcome to WordPress.com. This is your first post. Edit or delete it and start blogging!

Permalink 1 Comment